Tampilkan postingan dengan label Dewata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

[Dewata] Kultweet - Company Visit to BRI (Financial Literacy)

Sumber: http://chirpstory.com/li/169364

[Dewata] Kultweet - Bedah Film "Di Timur Matahari"

Sumber: http://chirpstory.com/li/169365

Senin, 11 November 2013

[Dewata] Jelajah Alam Gunung Salak

Waktu     : Kamis-Jumat, 7-8 November 2013
Lokasi     : Gunung Salak

Kami berangkat dari resort Desa Gumati menuju Gunung Salak dengan menggunakan truk TNI, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Sesampainya di Bumi Perkemahan Gunung Salak kami dipersilahkan untuk memasuki tenda sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan. Banyak dari rekan-rekan yang merasa terkejut dengan kondisi tenda dan fasilitas yang disediakan oleh panitia. Bagi sebagian peserta PK 7, ini adalah pertama kalinya merasakan pengalaman menginap di tenda. Tentu saja hal ini akan menimbulkan kesan tersendiri, terutama setelah para peserta menginap di resort Gumati yang sangat nyaman. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kita harus selalu siap beradaptasi dengan lingkungan baru yang mungkin saja tidak senyaman lingkungan biasa yang kita tempati.
Kegiatan malam pertama di Gunung Salak diisi dengan sharing pengalaman dan harapan-harapan dari beberapa peserta PK 7. Salah satu peserta yang berbagi pengalaman adalah Kang Firman yang menceritakan pengalaman beliau selama bekerja di salah satu perusahaan teknologi di Jepang. Hikmah yang dapat diambil dari pengalaman beliau adalah kita harus selalu bisa mengambil kesempatan yang ada dan jangan sungkan untuk belajar dari level paling bawah sekalipun. Peserta lain yang berbagi pengalamannya adalah Pak Arief Badrudin, beliau bercerita mengenai prinsip hidupnya yang telah memetakan jenjang karir yang akan dijalani dalam periode waktu tertentu. Menurut saya, apa yang pak Arif lakukan dengan memiliki road map karir adalah sangat baik, karena dengan memiliki target maka effort yang kita berikan akan sangat maksimal agar dapat mencapai target-target tersebut. Acara malam itu kami tutup dengan menyanyikan lagu kemesraan, kami berharap kebersamaan dan silaturahmi antara peserta PK 7 ini akan selalu terjalin dengan baik.
Hari kedua di Gunung Salak diisi dengan aktivitas hiking, pukul 6.30 pagi kami sudah siap untuk melakukan hiking. Pada awalnya tujuan hiking kami adalah Kawah Ratu, namun dikarenakan faktor cuaca yang tidak mendukung, maka hiking hanya dilaksanakan sampai Cigamea. Selama melaksanakan hiking banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kami petik. Kebersamaan, kekompakan, solidaritas, loyalitas dan rasa pantang menyerah adalah lima point penting yang kami dapatkan selama di perjalanan. Cuaca yang tidak bersahabat mengakibatkan jalan menjadi licin dan cukup berbahaya, beberapa kali kami harus berpegangan pada tali dan berjalan sangat hati-hati. Kondisi seperti ini menharuskan kami sebagai satu kesatuan dusun harus saling membantu dan bertoleransi dengan teman-teman yang kecepatan berjalannya tidak sama. Secara tidak langsung keadaan ini membuat kita belajar untuk bisa menerima apapun kondisi rekan satu tim dan harus menghargainya. Diujung perjalanan kami diharuskan untuk mengambil syal orange yang telah disediakan panitia, setelah itu kami melakukan prosesi pemotretan di depan curug diiringi dengan hujan yang sangat deras.
Malam terakhir di Gunung Salak diisi dengan pertunjukkan budaya dari setiap dusun. Dusun kami menampilkan tarian dari Bali yang berjudul tari Janger. Janger merupakan tarian yang berawal dari tarian sanghyang. Dalam penampilannya, tari janger ditampilkan oleh pria dan wanita. Kumpulan paduan suara pria disebut dengan kecak dan wanita disebut dengan janger. Janger adalah tarian yang bercerita mengenai 10 pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk cinta.
Upacara pelepasan dilakukan keesokan harinya dan dipimpin langsung oleh direktur LPDP bapak Eko Prasetyo. Beliau memberikan pesan yang mendalam bahwa Indonesia memiliki alam yang sangat beragam dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu mempertahankan kelestarian dan keunikan alam Indonesia tersebut. Selain itu, pemimpin harus memiliki fisik yang kuat agar dapat menjalani amanah yang diembannya dengan baik.
Berikut adalah dokumentasi kegiatan kami selama di Gunung Salak :


[Dewata] Kultweet - Sharing Session Pengalaman Belajar di Luar Negeri

[Dewata] Pembentukan Karakter Kepemimpinan di Rindam Jaya

Rindam Jaya, Jakarta TimurSabtu-Minggu,
Pemateri:TNI AD Waktu:Sabtu-Minggu, 9-10 November 2013 Lokasi:
Di hari ke-4 program kepemipinan LPDP, kegiatan dilaksanakan di Resimen Induk Angkatan Militer Jayakarta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Rindam Jaya TNI AD). Perjalanan menuju Rindam Jaya TNI AD ditempuh selama 3 jam dari Gunung Salak. Sesampainya di Rindam Jaya, Kita disambut oleh beberapa pelatih pembina. Para pelatih memiliki kewajiban untuk membentuk karakter peserta untuk menjadi seorang pemimpin yang peka, peduli dan bertanggung jawab sesuai dengan visi dari Rindam Jaya. Beberapa hal yang ditekankan di awal pelatihan ini ialah mengenai kedisiplinan waktu, kebersamaan dan kesigapan dalam menjalankan perintah. Sebuah ungkapan dari pelatih yaitu “seluruh kegiatan di Rindam Jaya diatur kecuali nafas” mempertegas bahwa kehidupan di dunia militer sangat teratur. Kita diperkenalkan secara umum mengenai Rindam Jaya. Tingkatan dalam tentara dari yang terendah ke tertinggi yaitu tamtama, bintara, dan perwira. Beberapa tempat di Rindam Jaya yang diperkenalkan terdiri dari pusat pelatihan pendidikan jasmani, kamar sakit asrama dan aula komandan. Para pelatih memberikan latihan dasar baris berbaris yang berguna untuk melatih kesigapan para peserta. Terdapat tiga perintah umum dalam latihan dasar ini yaitu peringatan, petunjuk dan pelaksana. Dalam melatih kebersamaan para peserta, pelatih mengajarkan yel-yel pemberi semangat yang dinyanyikan setiap mobilisasi ke suatu tempat dengan diiringi langkah bersama. Kegiatan makan malam yang dilaksanakan pun memiliki prosedur yang teratur, mulai dari berdoa, mendistribusikan makanan dan minuman, batas waktu yang telah ditetapkan dan pembersihan. Untuk menjaga keamanan barak, para peserta diwajibkan untuk piket dan ronda malam dengan pergantian setiap 30 menit. Esensi yang dapat dipetik dari dua hal di atas ialah kesigapan dan kebersamaan antar peserta.

Dalam dunia nyata, tentara akan menghadapi medan-medan yang menantang dan sulit ditaklukkan. Halang rintang adalah sarana yang ditujukan untuk lokasi latihan prajurit agar siap menghadapi tantangan yang sesungguhnya saat sedang bertugas. Pada umumnya halang rintang bertujuan untuk mengasah kemampuan personil TNI AD terutama ketangkasan, kesigapan, kekuatan dan kelihaian prajurit di lapangan. Halang rintang yang terdapat di Rindam Jaya terdiri dari 20 instalasi rintangan. Beberapa diantaranya adalah balok miring, melompati kayu, menyeberangi parit dan kandang gajah. Prajurit membutuhkan waktu latihan selama kurang lebih tiga bulan agar dapat melalui seluruh instalasi rintangan. Menurut pelatih haling rintang, rekor prajurit tercepat adalah selama 2 menit untuk melewati semua rintangan dengan membawa beban kurang lebih 5 kg. Sesi materi mengenai wawasan kebangsaan disampaikan oleh Ir. Soedarto, M.Pd. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa terhadap NKRI dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Secara umum terdapat enam konsep kebangsaan yaitu persatuan dan kesatuan, bhineka tunggal ika, kebangsaan, Negara kebangsaan, negara kepulauan dan geopolitik.

Wawasan nusantara diperlukan untuk mencapai tujuan nasional dengan konsep penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara. Unsur dasar wawasan nusantara adalah wadah, isi, dan tata laku. Wawasan nusatara bertujuan untuk mewujudkan nasionalisme yang tiggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku, bangsa atau daerah.

Makna wawasan nusantara bagi pemuda adalah pemahaman terhadap konsep kebangsaan dan lebih lanjut mengenai implementasi yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk mendukung pembangunan. Pemuda yang memahami konsep wawasan nusantara akan senantiasa menanamkan dalam benaknya mengenai kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadinya. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mendukung pembangunan di daerahnya. Pada sesi terakhir di hari kedua yaitu sesi permainan dan senam komando dilakukan untuk melatih loyalitas, konsentrasi dan kekompakkan.

 Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa esensi-esensi yang dapat diperoleh setelah mengikuti kegiatan di Rindam Jaya TNI AD ialah melatih kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu, kebersamaan dalam suka dan duka, bertanggung jawab, peka dan peduli terhadap kebersihan dan keamanan serta melatih kesigapan dalam menjalankan instruksi.
Pemateri:TNI AD
Waktu:
9-10 November 2013

[Dewata] Kultweet Perjalanan 3 Hari 2 Malam ke Gunung Salak

Sumber:

[Dewata] Kultweet - Pembentukan Karakter Kepemimpinan di Rindam Jaya

Sumber: http://chirpstory.com/li/168830

[Dewata] Kultweet - Penulisan Jurnal Internasional

[Dewata] Penulisan Jurnal Internasional

Pemateri: Prof. M. Nasikin
Waktu:Senin, 11 November 2013
Lokasi:Desa Gumati, Bogor


Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya akan sumber daya alamnya dan potensi sumber daya manusia yang besar menjadi dua faktor penting untuk kemajuan bangsa. Namun, disatu sisi, Indonesia masih sangat bergantung pada impor, baik itu untuk keperluan industri ataupun barang konsumsi publik. Hal ini karena teknologi dan pendidikan di Indonesia yang masih cukup tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.
Teknologi erat kaitannya dengan tingkat pendidikan populasi suatu bangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat suatu negara, semakin modern pula teknologinya. Dan teknologi tercipta dari hasil riset dan penelitian yang bermutu. Hasil riset yang berkualitas akan melahirkan suatu inovasi yang menjadikannya paten. Dan semakin tinggi indeks kapasitas inovasi suatu bangsa, ini akan sangat berpengaruh pada tingkat GDP negara tersebut. Ini karena paten teknologi dan inovasi adalah produk milik bangsa yang pada akhirnya akan menjadikan bangsa yang mandiri dan lepas dari ketergantungan impor.

Suatu inovasi lahir dari sebuah ide penilitian dan hasilnya sangat penting untuk dipublikasikan. Sebuah publikasi akan dijadikan referensi untuk riset-riset lainnya dan akan di review oleh ahli-ahli se-bidang diseluruh dunia. Namun lebih dari itu semua, makna riset yang memiliki kualitas adalah riset yang memiliki novelty atau pembaruan. Akan sangat sempit jika kita berpikir bahwa publikasi hasil riset adalah hanya untuk persyaratan kelulusan studi Magister atau Doktoral. Karena hanyalah 2 faktor utama yang idealnya kita jadikan pijakan sebagai syarat hasil riset untuk dapat dipublikasikan, yaitu hasil riset yang menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dilapangan dan mempunyai kontribusi yang signifikan pada bidang keilmuan.
Lalu bagaimana caranya para periset, dalam hal ini para mahasiswa Magister dan Doktoral untuk menciptakan sebuah riset yang memiliki kualitas tinggi? Prof. Dr. Ir. M Nasikin, M.Eng., seorang guru besar teknik kimia Universitas Indonesia dalam diskusinya dengan para calon penerima beasiswa LPDP angkatan 7 (Bogor, 11 November 2013) menyatakan ada 2 hal penting dalam melahirkan suatu pembaruan di sebuah penelitian, yaitu State of the Art dan Roadmap.
State of the Art adalah pernyataan riset saat ini sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas dan pasti posisi dari pekerjaan kita. Hal ini akan mendorong kita untuk melihat seksama dan mengobservasi permasalahan-permasalahan yang sedang kita hadapi. Referensi dari membaca banyak jurnal-jurnal ilmiah di bidang kita akan sangat membantu di tahap ini. Setelah kita mengetahui dengan pasti posisi riset kita saat ini, maka tahap selanjutnya adalah pembuatan roadmap. Membuat roadmap adalah penting untuk memastikan progres riset kita selalu on-track dan pada akhirnya riset kita akan bermuara pada suatu produk yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Jika hal-hal diatas kita lakukan step-by-step, maka kita menuju dua kesimpulan besar bahwa riset kita adalah PERLU untuk dikerjakan karena belum ada orang lain yang menggarap gagasan riset yang sama dan hasil riset kita juga bermanfaat dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Disamping itu, riset kita BISA dikerjakan secara ilmiah dan dapat menghasilkan produk yang sesuai.

Kesimpulan dari apa yang diberikan oleh Prof. Nasikin adalah kita sebagai generasi muda dan calon pemimpin bangsa di masa depan harus berani berpikir kreatif dalam mengembangkan penelitian di bidang keilmuan kita masing-masing. Maksudnya adalah kita harus berani Breakout Habit-bound-thinking dan selalu menggunakan prinsip What-if sebagai frame penelitian kita untuk menghasilkan riset-riset yang dapat berkontribusi pada bidang keilmuan dan menyelesaikan permasalahan bangsa. (Ria Tristya Amalia)

[Dewata] Kultweet - Transformasi Generasi Muda oleh Jusuf Kalla

Sumber: http://chirpstory.com/li/167930

[Dewata] Kultweet - Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Sumber: http://chirpstory.com/li/167926

[Dewata] Transformasi Generasi Muda

Pemateri:Dr. Jusuf Kalla
Waktu:Rabu, 6 November 2013
Lokasi:Desa Gumati, Bogor
Hari ini merupakan hari pertama kami diberikan materi oleh LPDP, materi ke-1 ini yakni berjudul Transformasi Generasi Muda. Pembicara materi ini adalah salah satu tokoh pembangunan nasional yang merupakan idola kami semua; yakni bapak H. Muhammad Jusuf Kalla.

Pada dasarnya, semua sektor dan bidang adalah prioritas yang harus dicermati oleh setiap bangsa yang ingin memajukan negaranya. Semua sektor yang ada di dalam suatu negara adalah komponen yang ikut membantu perkembangan bangsa. Sebagai contoh; kemajuan sektor pangan tidak akan ada tanpa kestabilan ekonomi, begitu juga sebaliknya. Sektor transportasi tidak akan maju tanpa dukungan bidang infrastruktur, dan sebagainya. Kesemuanya menjadi prioritas, yang membentuk harmoni menuju kemajuan bangsa.

Kepemimpinan merupakan suatu hal yang penting untuk diaplikasikan di mana saja kita berada. Yang dinamakan pemimpin bukanlah hanya orang-orang yang berada pada jajaran atas atau pemerintahan. Sifat kepemimpinan juga sebaiknya ada pada setiap tingkatan, jabatan, bahkan hingga tingkatan paling kecil, yakni menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Adalah suatu amanah dan keberuntungan bila kita dapat memperoleh kesempatan untuk memajukan diri kita sendiri, agar kemudian dapat memajukan orang lain. Pada kesempatan ini Bapak Jusuf Kalla juga mengutip ayat Qur’an “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu”. Mensyukuri kesempatan tersebut dapat dilakukan dalam banyak hal; di antaranya yakni berarti menghabiskan waktu dengan sebaik-baiknya di mana pun dan kapan pun selama kesempatan tersebut masih bergulir.
Dewasa ini, umumnya kemajuan suatu bangsa diukur dari kemajuan ekonominya. Salah satu cara mencapai kemakmuran masyarakat adalah dengan memberikan nilai tambah pada setiap sektor. Adapun nilai tambah yang umum berpengaruh secara nyata pada kemajuan bangsa adalah teknologi, yang tentunya diperoleh dengan pendidikan. Pendidikan yang baik pada suatu bangsa diperoleh dari kemajuan ekonomi. Memperoleh ilmu melalui pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting. Ilmu merupakan sesuatu yang dinamis, yang berkembang pesat seiring berkembangnya jaman. Perkembangan teknologi yang diperoleh dari pendidikan harus dicermati agar tidak berdampak pada hal yang negatif, seperti eksploitasi.

Hal terpenting dalam memajukan suatu bangsa adalah memajukan dahulu para insan bangsa tersebut. Apabila manusia-manusianya sudah maju dan makmur, maka mereka dapat dengan total dan berdedikasi memikirkan bagaimana memajukan dan memakmurkan masyarakat lain.
Menjadi pemimpin berarti harus menjadi orang yang jujur; yakni orang yang memiliki kesempatan dan kewenangan, tapi tetap berjalan pada jalan yang lurus. Untuk menjadi pemimpin, tidak cukup apabila hanya bermodalkan sifat jujur. Penting bagi seorang pemimpin untuk dapat menguasai masalah. Kepemimpinan itu dapat  diperoleh secara bertahap, tidak ada yang instan. Tanpa disadari, semua langkah karir yang baik yakni menuju ke atas atau naik, yang kemudian dilakukan langkah demi langkah.

Satu hal penting yang tidak boleh kami lupakan; Pemerintah (LPDP) memberikan kami bagian dari kekayaan rakyat. Jadi, ayo gunakan kesempatan memajukan diri ini sebaik mungkin. Demi Indonesia Jaya!:)

[Dewata] Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Pemateri : Prof. Jimly Assihiddiqie
Waktu : Rabu, 6 November 2013
Lokasi : Desa Gumati, Bogor

Jadwal kegiatan ini seharusnya pada pukul 09.00 WIB pada tanggal 7 November 2013 yang diajukan pada hari ini 6 November 2013 jam 20.00 WIB. Karena kepadatan kegiatan Bapak Prof. Jimly Asshidiqie yang berhalangan hadir besok karena menghadiri Bali Indonesia Corrupt. Dengan penuh rasa tanggungjawab yang tinggi yang dimiliki Bapak Prof. Jimly Asshidiqie, maka beliau berinisiatif menggantinya hari ini.

Dalam pembukaannya tentang korupsi, Bapak Prof, Jimly Asshiddiqie mengatakan anti korupsi jangan dijadikan jargon karena semua hanya retorika. Yang dulunya teriak-teriak anti korupsi pada masa reformasi 15 tahun lalu, toh kenyataannya sekarang mereka menjadi pemimpin yang korupsi juga. Korupsi sendiri sudah menjadi sistematik di Indonesia baik di tingkat eksekutif, legislatif dan yudikatif. Selama sistem negara ini masih buruk, percuma saja dimasuki oleh orang yang baik karena orang itu sendiri akan mengalami dua hal. Hal yang pertama adalah orang itu terpengaruh menjadi seorang koruptor karena pengaruh lingkungannya atau hal yang kedua adalah orang tersebut malah diasingkan dari lingkungan karena tidak bisa mengikuti sistem korupsi tersebut. Oleh karena itu sistem di Indonesia harus diperbaiki. Salahsatu caranya adalah di Indonesia harus membuat UU (Undang-undang) “Anti Konflik Kepentingan “ seperti di Amerika.

Maksud dari konflik kepentingan disini adalah konflik urusan pribadi dengan urusan pekerjaan/instansi. Konflik interest antara kepentingan pribadi dengan kepentingan instansi bukanlah pekerjaan mudah seperti membalikkan tangan. Karena konflik kepentingan tersebut sering terjadi “ penyalahgunaan kekuasaan” yang sering menimbulkan korupsi di negeri ini. Contoh korupsi akibat konflik kepentingan adalah korupsi ketua Mahkamah Konstitusi dan korupsi Kepala SKK Migas karena penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Bapak Prof. Jimly Asshiddiqie sistem yang masih salah dalam penindakan bukan menjadi andalan. Karena hukum sendiri sudah semakin tumpul untuk mengontrol perilaku manusia dengan kejahatan-kejahatan uang terus baru dan berkembang. (seperti: terorisme, pencucian uang, dll) Menurut Bapak Prof, Jimly Asshiddiqie untuk mengatasi hukum yang tumpul adalah dengan hukuman mati sehingga membuat para pelaku jera dan itu lebih baik untuk sistem pencegahan . Karena jika pelaku dipenjarakan itu menjadi percuma. Penjara saat ini malah berkembang menjadi “School Of Criminal” Namun di Indonesia, salah satu cara yang di tempuh untuk memerangi korupsi di Indonesia dengan cara memiskinkan para koruptor di Indonesia. Baik kekayaan yang didapatkan setelah dan sebelum korupsi kecuali dapat menjelaslkan kekayaan asal-muasal sebelum korupsi. Menurut Bapak Prof, Jimly Asshiddiqie, perbaikan system memerlukan leadership. Dan tugas pemimpin itu sendiri hanya 3:
  1. System Building 
  2. System Enforcement 
  3. Role model in system 

Dan pesan akhir Bapak Prof, Jimly Asshiddiqie untuk kami peserta LPDP Program Kepemimpinan Batch 7“ Ambillah hak anda jangan lebih dari seharusnya, berikanlah kwajiban anda jangan kurang dari semestinya”